Banner Static

Selasa, 7 Juli 2015 - 23:29


Panin Bank Syariah jadi bank syariah pertama IPO di Indonesia

Merdeka.com - Saham PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS) pada perdagangan perdananya dibuka stagnan Rp 100 per saham dengan nilai tertinggi Rp 105 per lembar saham. Angka ini tidak berbeda jauh dari harga saham perdana yang ditawarkan pada saat Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 100 per lembar saham.

Frekuensi transaksi sebanyak 106 dengan volume sebesar 35.000 lot dan nilai total transaksi sebesar Rp 1 miliar.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, pencatatan ini sejarah buat Bursa Efek Indonesia. Sebab, Panin Bank Syariah merupakan bank syariah pertama yang go public di pasar Indonesia.

"Tentunya ini tradisi dari Panin Bank Tbk sebagai pionir yang sudah catatkan sahamnya di BEI," ucap Ito di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/1).

Ito menambahkan, pencatatan ini juga merupakan pencatatan emiten pertama di bursa untuk tahun 2014.

"Saham ini dicatatkan dengan kode PNBS. Lain dengan pemegang sahamnya Bank Panin. Tentunya kami berharap, PNBS menjadi koleksi saham investor bursa dan meramaikan pasar saham," tambah Ito.

Sementara itu, Direktur Utama PNBS Denny Hendrawati menambahkan, suatu kebanggaan bagi perseroan tercatat sebagai perbankan syariah pertama yang go public di Indonesia.

"Perjuangan yang panjang, sejak RUPS pada Juni 2013 dan Januari tahun ini, mudah-mudahan memberikan motivasi untuk kerja lebih keras lagi dan terbuka amanah untuk kita semua. Kami ucapkan terima kasih untuk investor mengenai saham panin syariah, BEI dan penjaminan pelaksana efek," ungkap Denny.

Perusahaan yang bergerak dalam perbankan syariah melepas saham sebanyak-banyaknya 4,75 miliar lembar saham. Adapun setiap saham mewakili 48,72 persen dari modal yang ditetapkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum/IPO.

Perseroan diperkirakan akan memperoleh dana hasil IPO sebesar Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar. Dari dana tersebut, sekitar 20 persen ini, akan dipergunakan sebagai dana pengembangan jaringan berupa penambahan kantor jaringan. Sedangkan 80 persen akan digunakan sebagai modal kerja perseroan guna memperkuat struktur pendanaan jangka panjang dalam rangka mendukung ekspansi pembiayaan.

Perseroan menunjuk penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Evergreen Capital dan PT RHB OSK Securities Indonesia.

Copyright © 2019 Iqtishad Consulting
Truly Partner for Sharia Innovative Product
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah
All Right Reserved
IQTISHAD CONSULTING