Banner Static

Selasa, 7 Juli 2015 - 23:29


Pendahuluan

Maqashid syariah menduduki posisi yang sangat penting dalam merumuskan ekonomi  syariah. Maqashid syariah tidak saja diperlukan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi makro (moneter, fiscal ; public finance),  tetapi juga untuk menciptakan produk-produk perbankan dan keuangan syariah serta teori-teori ekonomi mikro lainnya. Maqashid syariah juga sangat diperlukan dalam membuat regulasi perbankan dan lembaga keuangan syariah.

Tanpa maqashid syariah,  maka semua produk keuangan dan perbankan, regulasinya, fatwa, kebijakan fiscal dan moneter, akan kehilangan substansi syariahnya. Tanpa maqashid syariah, fikih muamalah yang dikembangkan dan  regulasi perbankan dan keuangan yang hendak dirumuskan  akan kaku dan statis, akibatnya lembaga perbankan dan keuangan syariah akan sulit dan lambat berkembang. Selama ini pendekatan kepada akad dan produk bank syariah masih banyak didominasi pendekatan fikih muamalah yang bercorak  formalistic dan tekstualis,  cendrung kaku dan sempit akibatnya pemahaman dosen, pakar, dan Sumber Daya Insani (SDI) perbankan syariah, termasuk para direktur, kepala cabang, group head dan bahkan DPS, sering terjerat kepada pola pemikiran yangharfiyah dan tekstualis. Untuk itulah pemahaman tentang maqashid syariah perlu dikembangkan dalam keuagan dan perbankan syariah.

Para ulama ushul fiqh sepakat bahwa pengetahuan maqashid syariah menjadi syarat utama dalam berijtihad untuk menjawab berbagai problematika kehidupan ekonomi dan keuangan yang terus berkembang.  Maqashid syariah tidak saja menjadi faktor yang paling menentukan dalam melahirkan produk-produk ekonomi syariah yang dapat berperan ganda (alat sosial kontrol dan rekayasa sosio-econonomy) untuk mewujudkan kemaslahatan manusia, tetapi juga lebih dari itu, maqashid syariah dapat memberikan dimensi filosofis dan rasional terhadap produk-produk hukum ekonomi Islam yang dilahirkan dalam aktivitas ijtihad ekonomi syariah kontemporer. Maqashid syaiah akan memberikan pola pemikiran yang rasional dan substansial dalam memandang akad-akad dan produk-produk perbankan syariah. Hanya dengan pendekatan maqashid syariah-lah produk perbankan dan keuangan syariah dapat berkembang dengan baik dan dapat meresponi kemajuan bisnis yang terus berubah dengan cepat.

Kajian  maqashid syariah dalam ilmu ushul fiqh, bukan hanya terbatas pada pemahaman mengenai tujuan-tujuan syariah dengan memelihara kemaslahatan lima pokok  kebutuhan dasar, (agama,jiwa,akal, keturunan dan harta), tetapi juga pengetahuan (pemahaman) mengenai landasan filosofis, alasan rasional, illat, rahasia tasyri’,  dan berbagai metode perumusan diktum-diktum syariah  lainnya. Oleh karena itu kajian dan pembahasan maqashid syariah dalam forum workshop ini banyak membahas teori qiyas, qiyas jaliy,qiyas khafiy, illat, masalikul’illat, istihsan, maslahah  mursalah, sadd al-zariah, ‘urf, istihsan dan istilah-istilah metodologis yang terkait dengan maqashid syariah, seperti takhrijul manath, tanqihul manath, tahqiqul manath, yang disertai dengan kaedah-kaedah ushul fiqh mengenai maqashid syariah. Konsep-konsep maqashid syariah itulah yang akan diterapkan pada ekonomi, keuangan, dan perbankan syariah. Misalnya maqashid syariah dari anuitas, hedging,  pembiayaan indent, trade finance dan akad-akad hybrid, pembiayaan  murabahah, pembiayaan indent, denda pada debitur yang menunda pembayaram, kartu kredit syariah, gharar qalil, bagi hasil (revenue sharing, net revenue sharing dan Profit sharing), Profit Equalization Reserve (PER), dsb.

Upaya ijtihad terhadap kompleksitas ekonomi dan keuangan syariah masa kini yang terus berubah, memerlukan analisis berdimensi filosofis dan rasional dan subtantif yang terkandung dalam konsep maqashid syariah. Berdasarkan urgensi maqashid syariah yang demikian besar, maka Iqtishad Consulting bermaksud menggelar Workshop Eksekutif Aplikasi Maqashid Syariah pada Ekonomi, Keuangan, Produk Perbankan, dan Regulasi Perbankan dan Keuangan Syariah

Pemahaman maqashid syariah ini bertitik tolak dari pemahaman (penguasaan) berbagai disiplin ilmu, seperti ushul fiqh, falsafah tasyri’, tarikh tasyri’ fil muamalah, filsafat hukum Islam, ulumul quran dan  tafsir, ulumul hadits dan mushtalahul hadits, qawaid fiqh, kaedah ushul fiqh dan kaedah bahasa Arab.  Karena itulah, pengetahuan tentang maqashid al-syariah ini menjadi syarat yang sangat penting dalam melakukan ijtihad ekonomi syariah kontemporer. Untuk memahami semua itu dengan baik para pakar ekonomi syariah, dosen pascasarjana, direktur bank, DPS dan konsultan syariah, bahkan hakim, notaries  dan auditor perlu mengikuti Workshop Eksekutif ini.

Sasaran : 1.     Direktur Bank-bank syariah dan Dirut BPR Syariah 2.       Direktur Pascasarjana  dan Dosen Pascasarjana 3.       Guru Besar Ekonomi  Islam dan Guru Besar Syariah 4.       Dewan Pengawas Syariah Bank-bank syariah dan LKS 5.       Komisaris Bank-bank syariah 6.       Ketua STAIN dan STAIS  yang berlatar belakang ilmu syariah 7.       Hakim Agung, Hakim Tinggi dan Hakim  Pengadilan Agama 8.       Direktur Bank Pembangunan  Daerah yang membawahi Unit  Syariah 9.       Pimpinan /Kepala Divisi Unit Usaha Syariah Perbankan syariah 10.     Pejabat OJK dan Bank Indonesia. 11.     Dekan Fakultas Syariah, Dekan FEBI dan Dekan Fakultas Ekonomi UIN Materi :
  1. Metodologi syariah untuk pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah
  2. Urgensi maqashid syariah dalam penciptaan produk perbankan dan keuangan syariah
  3. Sejarah penerapan maqashid syariah pada masa Nabi, Sahabat dan masa Imam-Iam  mazhab
  4. Konsep maqashid syariah menurut ulama
    1. Pengertian maqashid syariah
    2. 12 konsep (term dan istilah) maqashid syariah
    3. Sejarah Pemikiran Ulama tentang Maqashid Syariah
    4. Gradasi Tingkatan maslalah Dharuriyat  Haijayat Tahsiniat
    5. Kasus-kasus keuangan dalam daruriyat, hajiyat, tahsiniyat.
    6. Maslahah tsabitah dan maslahah murunah (mutaghayyirah)
  5. Asas-asas Pengembangan Produk Perbankan dan Keuangan Syariah
  6. Metodologi Tajdid (Pembaharuan) Fikih Muamalah
  7. Metode – metode maqashid syariah dan aplikasinya pada produk perbankan syariah (regulasi produk)

A. Peranan qiyas dalam pengembangan fatwa dan produk syariah.

  1. Pengertian dan Rukun Qiyas,
    1. Pembagian Qiyas : Qiyas Jaliy, Qiyas Khafiy, Qiyas Awlawy, Qiyas Musawy dan          Qiyas Adwan serta Penerapannya dalam Ekonomi
    2. Metode menetapkan illat dalam masalah muamalah : Takhrijul Manath, Tanqihul Manath dan Tahqiqul Manath
    3. Penerapan qiyas dalam keuangan dan perbankan:

Jaminan fiducia ke bay’ wafa

Murabahah emas dengan cicilan

Ijarah maushufah biz zimmah

Qiyas swap valas kepada bay wafa’, dll

Qiyas rahn hiyazy kepada rahn tasjiliy

Qiyas ma’al fariq :

-          Qiyas salam kepada bursa berjangka (futures) ???

-          Qiyas Tawarruq kepada riba ???

Diskusi : Qiyas options kepada ’urbun atau khiyar

B. Penerapan istihsan dalam  penciptaan produk perbankan syariah

  1. Pengertian dan macam-macam Istihsan
  2. Kasus-kasus Istihsan :
  • Praktek istihsan pada ijarah maushufah biz zimmah.
  • Profit Equalization Reserve (PER) pada system bagi hasil di bank syariah
  • Penerbitan SBSN oleh pemerintah dan tradable dengan skim sukuk istishna’
    • Forward valas untuk tujuan hedging yang berlandaskan underlying asset  bagi  importer
  • Swap untuk hedging (mengatasi risk akibat fluktuasi kurs mata uang)
  • Penjualan saham yang belum qabath hissi.
  • Penjualan valas secara ma’dum, tetapi dalam masa 2×24 jam (qabat hukmi)
    • SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR  80 persen lebih
  • Penentuan saldo minimun giro wadiah di bank syariah
    • Kriteria saham syariah Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus);
    • Rasio keuangan Efek Syariah di RI : Utang bunga : Asset  (45 % : 55 % = 82%) (Jalannya 45 x 100 : 55 = 82 %)
    • SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen

C. Peranan maslahah dalam  penciptaan  produk perbankan syariah

Penerapan maslahah pada kasus ekonomi dan keuangan Islam

  • Penerapan collateral pada financing di bank syariah
  • Penerapan net revenue sharing pada bagi hasil
  • Intervensi harga pemerintahpada saat distorsi pasar
  • Larangan spekulasi valas karena maslahah ‘ammah
  • Penerapan dinar dan dirham krn maslahah ‘ammah
  • Larangan forward, swap dan options pada valas.
  • Hedging

 D. Peranan istishab, dalam  penciptaan inovasi produk perbankan syariah

  1. Konsep Istishab dalam Ushul Fiqh
  2. Penerapan istishab pada Kasus-kasus keuangan syariah
  • Giro Mudharabah bil wa’diah di perbankan syariah
  • Hybrid Contract Keuangan dan perbankan
  • Sewa Beli (Bay’ at-Takjiriy)
  • Mudharabah Muntahiyah bit Tamlik (mudharabah menurun)
  • Menggabungkan Hiwalah dan Syirkah untuk factoring
  • Mudharabah musytarakah
  • Bay ‘ wafa dan syirkah milk / IMBT
  • Musyarakah Mutanaqishah, syirkah tadhamun,dll
  • Multi Nisbah pada bagi hasil

E. Peranan ‘urf, dalam  penciptaan  produk perbankan syariah

  1. Konsep ‘Urf dalam Ushul Fiqh
  2. Macam-macam ‘Urf dan Contohnya dalam ekonomi keuangan
  3. 20 kasus ‘Urf Fasid dalam ekonomi keuangan kontemporer
  4. Syarat-Syarat ‘Urf bisa diterima sebagai dalil syariah
  5. Integrasi dan kombinasi ‘Urf dengan dalil-dalil syariah lain
  6. Kasus-kasus ‘Urf kontemporer:
  • Mata uang kertas, dinar dan dirham.
  • Taqabuth dalam transaksi valas
  • Urf dalam jual beli mu’athah, muzayadah, dan ‘urbun.
  • Sewa Beli di perusahaan leasing syariah
  • Konsinyasi dan waralaba (franchising)

F. Peranan sadd zariah dalam  penciptaan produk perbankan syariah

  1. Konsep Sadd Zariah dan Fath al-Zari’ah
  2. Kasus-kasus tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah kontemporer:
  • Larangan Riba Fadhal pada transaksi valas
  • Larangan Jual beli al-’inah
  • Larangan tawarruq munazzam tertentu
  • Keniscayaan Manajemen Resiko dalam praktek perbankan
  • Larangan forward, swap dan options pada sharf
  • Larangan refinancing konvensional

 8. Aplikasi maqhasid syariah pada inovasi produk perbankan syariah

a. MDC                                    f.    Agunan

b. Murabahah Bertingkat           g.   Anuitas

c. Pembiayaan Multiguna           h.   Revenue Sharing (Net Revenue Sharing)

d. KTA Syariah                          i.    Produk Emas

e. Hedging

8. Reaktualisasi dan Kontekstualisasi Fikih Muamalah yang Ke-Indonesiaan

9. Kaedah – kaedah  ushul fikih tentang maqashid syariah dalam keuangan Islam

10. Kaedah- kaedah fikih keuangan yang berwawasan maqashid syariah

Pembicara:

Agustianto Mingka adalah Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI UNPAD Bandung, Dosen Program S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra. DPS di beberapa lembaga keuangan syariah seperti Indonesia Eximbank (LPEI), Asuransi Jasa Raharja Putra, SMS Finance dll. Pendidikan S1, S2 IAIN SU, Sedang S3 Program Doktor Ekonomi Islam UIN dan Trisakti.

Dr. Mohammad Hidayat, MBA adalah Anggota DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI, Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah Mandiri, Bank BTN Syariah, Asuransi Syariah, Alumni S3 Progrom Doktor Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti.

    WAKTU DAN TEMPAT 
Hari / Tanggal    : 
 Waktu                : 09.00 – 16.00 WIB 
 Tempat              : Hotel Sofyan (Syariah) Jl Cut Mutia Menteng Jakarta Pusat 
  BIAYA/INVESTASI 
 Biaya Rp 3.000.000 / peserta. (Tidak termasuk penginapan) Group Minimal 3 Orang @ Rp 2.500.000/peserta (Tidak termasuk penginapan) Group Minimal 5 Orang @ Rp 2.200.000/peserta (Tidak termasuk penginapan) 
  FASILITAS 
Buku Maqashid Syariah Gratis, Modul, Makan , Ruang Kelas ber-AC, Wi-fi,Sertifikat, 
  CP dan Pendaftaran 
 Joko  : 082110206289,085716962518  (dimasjoko@gmail.com)   Pin BB: 3105c404 

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah
Iqtishad Consulting - Truly Partner for Sharia Innovative Product
Copyright © 2026 All Right Reserved
Jasa Buat Web