Jumat, 22 November 2024 - 8:35
PEMIMPIN DAN PENGURUS INTI IAEI MASA DEPAN
Menyongsong Muktamar 5 IAEI
Sebentar lagi IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) akan melangsungkan muktamar ke-5 yang insyaallah akan digelar pada akhir Desember pada tahun 2024. Muktamar ini terlambat dilaksanakan karena berbagai alasan dan faktor, khususnya kesibukan politik dan pemilihan momentum yang tepat untuk menggelar muktamar. Dengan demikian, kepengurusan saat ini sudah berakhir lebih dari 1 tahun, sehingga kedudukan pengurus sudah demisioner, demikian pula semua keputusan.
Sebagaimana dimaklumi bahwa IAEI sebagai wadah intelektual ekonomi Islam, memiliki empat misi dan tujuan utama :
Salah satu pilar penting yang akan diputuskan dalam Muktamar IAEI, selain pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga, Program kerja dan rekomendasi-rekomendasi strategis juga yang tidak kalah penting adalah memilih pemimpin baru dan pengurus IAEI di masa depan.
Selain itu kita perlu melakukan evaluasi terhadap gerakan ekonomi Islam saat ini yang cendrung menurun dengan melakukan peningkatan, perbaikan dan perubahan untuk lebih mengoptimalkan peran dan kiprah IAEI di Indonesia.
Dalam forum Muktamar 5 nantinya, mari kita musyawarah secara kekeluargaan di forum tertinggi ini untuk memilih pemimpin IAEI yang berjiwa jihad ekonomi Islam, memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan ekonomi syariah, memiliki kapasitas dan berkompeten, memiliki jaringan yang luas baik nasional maupun internasional.
Terkait dengan pemilihan kepemimpinan yang tepat, tentu masalah utama yang perlu di bahas adalah terkait dengan kriteria pemimpin ketua umum termasuk kesekjenan sebagai mitra strategis yang sangat menentukan dalam kemajuan sebuah organisasi.
Beberapa harapan para tokoh ekonomi Islam baik daerah maupun pusat menyerukan antara lain ;
Mesin organisasi yang strategis terletak di tangan kesekjenan. Sekjen adalah motor dan mesin penggerak strategis dan utama dan sangat menentukan kemajuan dan keberhasilan IAEI dengan demikian Sekjen sangat menentukan kemunduran dan kemajuan IAEI itu sendiri.
Karena itu hampir semua profesor, pakar mengusulkan supaya sekjen IAEI adalah figur-figur akademik organisatoris yang memiliki banyak waktu dan berkompeten di dalam menggerakan organisasi serta memiliki pengalaman di dalam menggerakan organisasi-organisasi besar.
Selain itu, mesin gerakan organisasi ( sekjen ) adalah akademisi yang berkompeten dan punya banyak waktu untuk mengembangkan dan menjalankan program-program IAEI.
Seorang sekjen tidak perlu pejabat tinggi yang super sibuk, karena pejabat negara yang super sibuk akan sulit menjalankan program-program IAEI sebagaimana sebelumnya.
Kesekjenan IAEI di masa depan haruslah kembali ke khittah yaitu kembali kepada akademisi yang berkapasitas, berkompeten, memiliki jaringan luas, punya pengalaman yang banyak dalam memimpin organisasi dan merupakan pejuang sejati ekonomi syariah yang berasal dari akademisi.
Pemimpin ke depan adalah pemimpin yang bertanggung jawab untuk memajukan IAEI. Memiliki sence of belonging untuk memajukan IAEI dan memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan ekonomi Islam.
Sekian
Pemimpin yang beriman dan bertaqwa kepada Allah yang memiliki visi dan misi yang mulia untuk memajukan ekonomi Islam di Indonesia, pemimpin yang memiliki sifat-sifat kenabian yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Pemimpin yang menggabungkan spirit para Nabi sebelumnya Seperti spirit Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman sampai kepada Nabi Muhammad Saw.
Pemimpin gerakan yang Soleh, pemimpin yang sering berkomunikasi dengan Allah di tengah malam dan pemimpin yang meminta bimbingan dari Allah dalam mengerakan ekonomi Islam
Pemimpin yang senantiasa memohon hidayah dan mendapatkan hidayah, pemimpin yang selalu berdoa kepada Allah untuk diberi kekuatan dalam menjalankan program-program AEI dan Ekonomi Islam.