Banner Static

Rincian Detail
Lokasi Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat.
Jadwal Kamis, 26 Juli 2018 - 9:00 s/d Jumat, 27 Juli 2018 - 16:00
Biaya Rp 3.500.000
Batas Peserta 35 Orang
Peserta yang Registrasi Online 1

Dasar Pemikiran

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja melaunching buku Kodifikasi Produk Perbankan Syariah, 18 Desember yang lalu pada acara Expo Keuangan Syariah di Bandung. Dalam Kodifikasi produk tersebut, telah dimasukkan pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah sebagai akad yang bisa diterapkan, sehingga penerapannya dalam produk perbankan syariah tidak perlu lagi mengajukan usulan produk ke OJK.

Sebagaimana dimaklumi, Musyarakah Mutanaqishah (MMq) adalah akad yangsophisticated(canggih), karena ia dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan dan  produk perbankan syariah. Setidaknya MMq dapat digunakan untuk 11 macam produk,  seperti refinancing, working capital, take over, gabungan take over  dan top up (refinancing), pengalihan hutang dari bank syariah ke bank syariah, restrukturisasi pembiayaan (konversi akad), capital expenditure (investasi),reimbursement,pembiayaan konsumtif untuk KPRS, pembiayaan KPRS Indent, dan sebagainya. Para praktisi bank syariah, DPS, Notaris, Hakim, pejabat pengawas OJK, Dosen Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi, Dewan Pengawas Syariah dan auditor, harus memahami teori dan penerapan MMq dalam semua produk tersebut.

Selain keunggulan MMqdi atas, penerapan akad MMq merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini disebabkan karena penggunaan akad murabahah untuk pembiayaan KPR Syariah bertenor panjang (di atas 4 tahun) pastilahkurangcocok dan tidak tepat. Penggunaan akad murabahah akan membuat pricing (harga) KPRS akan menjadi lebih mahal dibanding konvensional, karena harga jual  murabahah bersifat fix, sementara harga pasar fluktuatif. Untuk mengatasi risiko fluktuasi cost of fund -maaf menggunakan istilah konvensional)- terpaksa bank syariah menaikkan harga (margin)  murabahah.   Lebih mahalnya harga murabahah ini akan mempengaruhi citra yang kurang baik bagi bank-bank  syariah. Sebab bank syariah dicitrakan bank yang mahal. Akad yg seharusnya diterapkan adalah musyarakah mutanaqishah (MMq)  yang memiliki banyak keunggulan. Selain harga bisa bersaing, DP nya juga lebih rendah dari KPR konvensional yakni hanya 15 %. Ketentuan ini akan membuat produk KPR Syariah lebih unggul dibanding konvensional dan tentunya akan semakin lebih diminati.

Tegasnya, Penggunaan akad MMq utk KPR Syariah akan membuat harga KPRS lebih murah karena elastisitas dan dinamisnya dalam menghadapi fluktuasi harga di pasar. 

Meskipun Musyarakah Mutanaqishah memiliki banyak keunggulan dan kecanggihan, namun sayangnya, mayoritas bank-bank syariah belum menerapkan akad ini. Apalagi Bank-Bank Pembangunan Daerah dan BPRS di daerah  belum memahami  praktik Musyarakah Mutanaqishah ini dan kalaupun ada yang sudah memahami, tetapi belum dipraktikkan sebagai produk perbankan syariah. Para pejabat OJK di daerah juga sepatutnya mendalami akad Musyarakah Mutanaqishah ini secara mendalam dan luas, agar tidak salah dalam mengawasi, mengaudit dan memeriksa.Dalam hal ini,Keputusan DSN MUI No 1/2013 harus menjadi rujukan.

Berdasarkan pentingnya akad MMq ini, maka Iqtishad Consulting kembali menggelar Training dan Workshop Eksekutif Pembiayaaan MMq bagi bankir syariah dan pakar (akademisi) di Indonesia.

Pentingnya workshop MMq ini karena forum ini akan memberikan solusi aplikatif dan jawaban-jawaban yang meyakinkan  atas berbagai issu dan masalah dalam produk dan akad MMq, seperti risk management, masalah agunan (APHT dan fiducia), perpajakan, Kepemilikan bersama, BPN, pembiayaan bermasalah, pelunasan dipercepat dan sejumlah issu lainnya.

MMq yang sudah diterapkan di banyak negara dan  selama9tahun di Indonesia, seharusnya juga bisa diterapkan oleh bank-bank syariah di Indonesia, agar bank bank syariah bisa lebih kompetitif dan diminati masyarakat,  juga agar bank syariah lebih kaya dengan produk yg dibutuhkan masyarakat, seperti refinancing, take over, hybrid take over dan refinancing, pembiayaan dalam bentuk reimburse pembelian barang, pembiayaan investasi, working capital, bahkan konversi akad dalam restrukturisasi pembiayaan syariah dan pengalihan utang sesama bank syariah, sebagainya.

Materi Workshop : 42  Point Bahasan

1. Mengapa harus Musyarakah Mutanaqishah (MMq) ?

2. Keunggulan MMq dibanding Murabahah dan IMBT

3. Bentuk-bentuk Skim Musyarakah Mutanaqishah dalam Fikih Muamalah

Akad Dasar MMq  Syirkah ‘Inan dan Syirkah Mudharabah

4. Musyarakah Mutanaqishah Menurut Fatwa DSN-MUI

5. Musyarakah Mutanaqishah dalam Perspektif Hukum Positif

6. Harmonisasi Hukum Positif dan Hukum Syariah pada MMq

7. Kepemilikan Bersama Menurut Hukum Positif

8. Jaminan dan APHT pada Pembiayaan MMq

9. Pemindahan Kepemilikan Asset MMq

10. Pembelian (Pengalihan) bertahap & pengurangan Porsi Bank Bertahap : Perspektif

Hukum Positif

11. Regulasi OJK tentang Musyarakah Mutanaqishah

12. Musyarakah Mutanaqishah dalam Praktek Perbankan Syariah

13. Risiko Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah

14. Akuntansi Musyarakah Mutanaqishah dan PSAK

15. Ketentuan perubahan harga ujrah pada cicilan MMq

16. Fatwa DSN-MUI tentang Review Ujrah

17. Pelunasan dipercepat (prepayment) dalam MMq

18. Mengatasi Pembiayaan MMq Bermasalah (Penyelamatan dan Penyelesaian)

19. MMq dan Kolektibilitas

20. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Property

21. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Property Indent

22. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Take Over Murni

23. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Take Over dan Top Up

24. Musyarakah Mutanaqishah untuk Refinancing Syariah

25. Musyarakah Mutanaqishah untuk Restrukturisasi Pembiayaan

26. Musyarakah Mutanaqishah Pembiayaan Modal Kerja.

27. Musyarakah Mutanaqishah untuk “Take Over” Sesama Bank Syariah

28. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Reimbursment

29, Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayan Investasi

30. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Investasi Indent

31. Musyarakah Mutanaqishah untuk Skim Perdagangan International (Trade  Finance).

31. Musyarakah Mutanaqishah untuk Pembiayaan Konsumtif (Kenderaan)

32. Musyarakah Mutanaqishah pada Take Over dan isu Bay’al’Inah

33. Isu Bay Kali bi Kali pada MMq Property Indent

34. Penerapan teori Hybrid Contracts pada Musyarakah Mutanaqishah*

35. Ijarah Maushufah Fiz Zimmah (IMFZ) pada Penerapan MMq Indent, dan solusinya

36. Pandangan Syariah tentang system Anuitas dan Proporsional dalam MMq

37.  Multi Nisbah dan Mono Nisbah pada Musyarakah Mutanaqishah.

38 PerlukahSurat Pengakuan Hutang dalam akad Perjanjian MMq

39 Denda (Tazir)dan ta’widh dalam Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah

40. Kajian Draft Akad (Legal Drafting) Musyarakah Mutanaqishah

41.  Anatomi AKTA Musyarakah Mutanaqishah.

Siapa yang harus Ikut Training dan Workshop ini ? 

1. Praktisi perbankan syariah (Direksi, product developmnet, risk management, legal aspect dan head group terkait)

2. Praktisi Lembaga Keuangan Syariah non Bank (Multifinance syariah, Perusahaan pembiayaan Syariah, BMT dan KJKS, Ventura)

3. Direksi Bank BPR Syariah dan DPSnya

4. Dewan Pengawas Syariah (DPS)

5. Hakim Pengadilan Agama,PTA, Mahkamah Agung, Basyarnas dan Mediator Syariah

6. Praktisi Hukum Bisnis Syariah (Notaris, law firm, pengacara,)

7. Guru Besar Syariah,Dosen Pascasarjana Hukum Bisnis Syariah, Fikih Muamalah

8. Auditor, regulator dan lembaga terkait ; seperti BPN dan PT SMF 

Profil Trainer

Agustianto adalah Ketua  DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Wakil Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah, Anggota Pleno DSN -MUI,Dewan Pengawas Syariah di beberapa lembaga keuangan BUMN dan Swasta Nasional, Dosen Pascasarjana bidang fiqh muamalah ekonomi keuangan kontemporer, hukum perbankan Syariah, dan ushul fiqh ekonomi keuangan di beberapa universitas terkemuka di Indonesia antara lain : Dosen Pascasarjana Ekonomi dan Keuangan Syariah PSTTI Universitas Indonesia (UI), Dosen Pascasarjana Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti, dosen Pascasarjana Manajemen Perbankan dan Keuangan Syariah di Universitas Paramadina, dan Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra, Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam IAIN, Dia juga mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Prof. Dr HAMKA.Beliau juga adalah Tim Kerja Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK.

Pembicara Tamu : Praktisi Perbankan Syariah 

BIAYA

Biaya :  Rp 3.000.000,-/ orang.

Minimal 3 Orang @ Rp 2.700.000,- .(Biaya tidak termasuk penginapan)

Peserta Terbatas hanya 35 Orang. 

Khusus Dosen diskon spesial

Waktu dan Tempat

Hari / Tanggal : 26 –  27 Juli 2018

Tempat : Hotel SofyanBetawi, Jakarta Pusat

FASILITAS

Joko Wahyuhono HP: 082110206289, 085716962518 

Hafiz 081286237144 Wa

Panji 082210845958  

Iqtishad Consulting

Alamat: Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah

Jln Tebet Dalam IV E No 70 Tebet Barat Jaksel, 12810 Telp 021 – 8291503

Tlp/fax :021 – 8291503 dan 021-91859977

Email: admin@iqtishadconsulting.com

Website : www.iqtishadconsulting.com dan www.agustiantocentre.com 


Copyright © 2018 Iqtishad Consulting
Truly Partner for Sharia Innovative Product
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah
All Right Reserved
IQTISHAD CONSULTING