Banner Static

WEBINAR TANYA JAWAB DAN KUPAS TUNTAS ASPEK SYARIAH KASUS-KASUS DAN ISSU-ISSU RESTRUKTURISASI PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH & LKS Tgl 1 Juli 2020 Via Zoom Cloud Meeting
Rincian Detail
Lokasi -
Jadwal Rabu, 1 Juli 2020 - 14:00 s/d Rabu, 1 Juli 2020 - 16:00
Biaya -
Batas Peserta Tidak dibatasi.
Peserta yang Registrasi Online 1

Ada 15 issu utama terkait Sharia complience yang harus diketahui DPS dan kasus-kasus terkait hukum aktual seputar Aplikasi Restrukturisasi Pembiayaan Perbankan dan Keuangan Syariah.

Yaitu :

1. Bagaimana akad-akad restrukturisasi pembiayaan dikaitkan dengan ketentuan hukum positif, seperti masalah roya pasang dan pengikatan jaminan dengan APHT atau fidusia.

2. Bagaimana merestrukturisasi pembiayaan murabahah, Musyarakah Mutanaqishah, istisna’, IMBT, ijarah atau ijarah multijasa serta gadai dengan qardh.

3. Bagaimana merestrukturisasi murabahah dengan Musyarakah Mutanaqishah atau IMBT? Krn jika pembiayaan konsumtif seperti KPR tidak mungkin dengan Musyarakah karena ada usaha yang menjadi basis bagi hasil.Kapan saatnya pilihan konversi IMBT, Musyarakah dan MMq?

4. Bagaimana merestrukturisasi akad MMq? Apakah akad sewa yg direscheduling, atau bay’ hishshah atau Musyarakah atau ketiganya? Dalam reconditioning MMq apakah nisbah yang diubah atau ujrahnya atau keduanya.

5. Bagaimana akad restrukturisasi modal kerja dgn musyarakah?

6. Bagaimana harmonisasi akad-akad syariah dalam fatwa DSN-MUI ke praktek hukum positif yang berasaskan prinsip menghilangkan kesulitan yang berdasarkan kemudahan, keadilan dan kemaslahatan. Jangan sampai restrukturisasi salah kaprah justru semakin memberatkan dan membebani nasabah yang sedang kesulitan ekonomi disebabkan ketidaktahuan dalam mengharmonisasi fatwa-fatwa ke dalam hukum positif.

Kasus-kasus menarik lainnya yang akan dibahas ;

7.Bagaimana merestrukturisasi perjanjian line facility dan akad draw downnya, baik murabahah, Musyarakah atau Musyarakah Mutanaqishah ? Apa keunggulan perjanjian line facility yang draw downnya murabahah dalam kasus restrukturisasi ? Mengapa murabahah seharusnya dipayungi perjanjian line facility ?

8. Pembiayaan murabahah yang telah dikonversi ke Musyarakah, dapatkah diubah lagi ke murabahah jika Pendemi covid usai sebelum Maret 2021. Bagaimana akadnya yang tepat dan sesuai syariah? 9.Dalam kasus restrukturisasi bgmn menambahkan dan menerapkan alnernatif Novasi subjektif pasif atau aktif, dan Novasi objectif dalam restrukturisasi akad Musyarakah atau murabahah.

10. Bagaimana restrukturisasipada Akad-akad Hybrid Contracts.

Misalnya restrukturisasi akad MMq yang merupa

Hibryd kontrak antara Musyarakah, Bay’ dan ijarah yg menjadi satu kesatuan. Kalau MMq di restrukturisasi apakah ujrah sewa saja yg bisa diperpanjang, bagaimana dengan jual beli equity (bay’ hishshah) apakah jangka waktunya juga bisa diperpanjang,

Apakah besaran ujrah bisa diubah/ditambah karena perpanjangan masa.?

Apakah berubah juga harga jual beli porsi equity saat diperpanjang ?

Berhubung akad ini Musyarakah, apakah nisbah juga berubah sebagaimana dalam restrukturisasi Musyarakah biasa

11.Bagaimana pula restrukturisasi Hybrid Contracts pada pembiayaan line facility? Apakah perjanjian line facility yg berupa wa’ad itu diadendum atau akad draw downnya (murabahah/Musyarakah) atau keduanya?

12.Dapatkkah beberapa pembiayaan line facility direstrukturisasi menjadi satu akad tunggal ketika direstrukturisasi supaya tidak setiap akad diadendum satu persatu?

13. Bagamana resrukturisasi pembiayaan anjak piutang syariah dgn wakalah bil ujrah di satu sisi, dan akad bridging of financing/qardh di sisi lain?

Dalam akad wakalah bil-ujrah apakah boleh penambahan ujrah.? atau tidak boleh seperti murabahah.?

Selanjutnya, apakah wakakah bil ujrah di sini bisa dikonversi akadnya? Seperti halnya murabahah

14. Bolehkah dalam restrukturisasi akad murabahah telah dikonversi menjadi Musyarakah, menggabungkan pokok dan margin yang tertunggak menjadi pokok pembiayaan baru ( mirip plafondering). Bagaimana analisis dan jawaban fikihnya? Bgmn jika ditinjau dari konsep dasar murabahah yg tidak membedakan pokok dan margin?( Fiqh muamalah approach) Bagaimana pula jika hal ini diterapkan pada restrukturisasi musyarakah, Mudharabah, MMq, IMBT, Istishna’, Ijarah Multijasa, wakalah bil ujrah, Kafalah bil ujrah, Gadai syariah dsb

15.Bagaimans pula restrukturisasi akad gadai syariah. Akad ini sebenarnya adalah hybrid contracts. Rahn, Qardh dan Ijarah. Di satu sisi ada rahn. Di sisi lain ada qardh, dan di sisi lain lagi ada ijarah. Apakah rahn yg direfinancingnysatau ijarah? Bgmn akad bridging of financingnya)(qardh) bisakan ditambah dana pembiayaan qardh tersebut? Bgmn ketentuan syariahnya ?

Untuk mengupas tuntas semua permasalahan dan kasus itu , Iqtishad Consulting akan menggelar sebuah Webinar Tanya Jawab, Bedah Kasus dan Kupas Tuntas segala issu ttg akad-akad restrukturisasi pembiayaan syariah dan implementasinya dalam hukum positif secara harmonis pada:

 

WAKTU DAN TEMPAT

Hari / Tanggal : 1 Juli 2020

Pukul : 14.00 - 16.00 WIB

Tempat : Via Zoom Cloud Meeting (Linknya akan anda dapatkan setelah Pendaftaran)

 

BIAYA/INVESTASI :

 

FASILITAS :

Materi dan E-sertifikat

 

CP dan Pendaftaran : 

Sdri.Putri : 0822 8485 2215

Sdri.Hafizoh : 0812 8623 7173 

 

Instagram : @iqtishad_consulting

Email : admin@Iqtishadconsulting.com /iqtishad2017@gmail.com 

Website : www.iqtishadconsulting.com www.agustiantocentre.com 

 

Note : 

1. Bukti sah menjadi peserta jika sudah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer.

2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut 

 

Alamat kantor : Hotel Sofyan Betawi Jl. Cut Mutia, Menteng Jakarta Pusat

(kantor Pusat).

Kantor cabang aktivitas : Jl. H. Abd Ghani, Komplek BPKP 2 No 86 RT.4/RW.2 Ciputat Timur, Tangerang

Selatan, Banten.  


Copyright © 2020 Iqtishad Consulting
Truly Partner for Sharia Innovative Product
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah
All Right Reserved
IQTISHAD CONSULTING