Banner Static

Webinar Series Management Risiko Kredit di Perbankan Syariah
Rincian Detail
Lokasi Zoom Cloud Meeting
Jadwal Senin, 11 April 2022 - 13:30 s/d Senin, 11 April 2022 - 15:30
Biaya -
Batas Peserta 50 Orang
Peserta yang Registrasi Online 0

Digelar oleh Iqtishad Consulting Jakarta

(Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Perbankan Syariah)

================================================

Dasar Pemikiran:

OJK baru saja menerbitkan regulasi baru terkait dengan relaksasi kredit atau pembiayaan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 48-03 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Salah satu muatan POJK terbaru tersebut adalah penekanan kepada penerapan manajemen risiko terutama resiko kredit dan resiko liquiditas. Karena itu kajian tentang manajemen resiko kredit semakin penting dilakukan di masa Pandemi Covid-19 ini sebagai langkah antisipatif untuk lebih menyehatkan dan mengoptimalkan kinerja perbankan syariah.

Sebagai industri yang sangat ketat diatur oleh berbagai regulasi (highly regulated industry), perbankan, termasuk perbankan syariah, masih menggantungkan diri pada kredit/pembiayaan sebagai sumber pendapatan utamanya.

Secara ekonomi, laju pertumbuhan penyaluran kredit/pembiayaan juga ikut menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebaliknya, kegagalan dalam manajemen perkreditan/pembiayaan di suatu bank tertentu dapat berdampak luas terhadap kepercayaan nasabah dan masyarakat, bahkan bisa berdampak sistemik yang amat mengganggu perekonomian suatu negara.

Oleh karena itu, risiko kredit merupakan salah satu risiko utama yang dihadapi perbankan. Sebagai lembaga kepercayaan masyarakat dan negara, bank wajib melakukan identifikasi risiko kredit pada level transaksional maupun level portfolio. Pada level transaksional, bank harus dapat mengidentifikasi adanya risiko kredit pada transaksi yang akan dilakukan, seperti kemungkinan default dan perkiraan besarnya kerugian jika terjadi default.

Pada level portofolio, bank harus membatasi konsentrasi transaksi yang berlebihan pada sektor ekonomi tertentu, wilayah tertentu ataupun debitur tertentu.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Februari 2018, NPL gross perbankan naik dari 2,86 persen (Januari 2018) menjadi 2,88 persen (akhir Februari 2018). Sementara untuk NPL nett berada di angka 1,2 persen dalam dua bulan pertama dengan nilai NPL sebesar Rp 134 triliun (merdeka.com).

Selanjutnya, rasio NPL industri perbankan pada masa pandemi mengalami peningkatan. Rasio kredit bermasalah dimasa ini perlu mendapat perhatian serius dengan penerapan manajemen resiko kredit yang tepat.

Mengacu pada kondisi di atas, bank perlu lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit, dimana azas prudential banking perlu diterapkan sejak tahap paling awal sebelum kredit tersebut di berikan.

Demikian pula, penerapan risk culture dan risk awareness menjadi suatu keharusan dalam proses pemberian kredit bank. Kompetensi di bidang ini harus difahami bank dgn baik. Untuk semua itu diperlukan Training Manajemen Risiko Pembiayaan Syariah yang komprehensif dan aplikatif.

Tujuan Pelatihan:

Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, peserta dapat memahami :

  • Memahami permasalahan terkait kredit/pembiayaan yang diberikan oleh perbankan.
  • Bagaimana mengantisipasi potensi risiko kredit di bank.
  • Mitigasi terhadap potensi risiko kredit yang dapat terjadi.

Subject Material:

  1. Portfolio Guideline
  2. Identifikasi Risiko Kredit
  3. Pengukuran Risiko Kredit
  4. Pemantauan Risiko Kredit
  5. Pengendalian Risiko Kredit
  6. Recovery rate
  7. Resiko Kredit pada Akad-akad

Manfaat bagi peserta:

Peserta memahami potensi permasalahan pada kredit/pembiayaan yang diberikan oleh perbankan dan bagaimana melakukan mitigasi risikonya, termasuk studi kasus di beberapa bank/lembaga keuangan.

Peserta pelatihan:

Direksi, Kepala Divisi, Account Manager, Analis Kredit/Pembiayaan, Risk Manager, Auditor, Remedial, Pelaku Usaha, Notaris, dan Lembaga/unit terkait lainnya.

Keynote Speech:

Agustianto Mingka  adalah Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Ketua Bidang DPP IAEI Pusat, Wakil Sekjen MES 2 Periode 2012-2018, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti , Dosen Pascasarjana Universitas Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra, Wakil Sekjen MES Pusat, DPS di beberapa Lembaga Keuangan UUS BUMN dan Swasta Super Trainer Indonesia 800 Angkatan lebih.

Pembicara:

Catur Andayani (Praktisi Perbankan Syariah Nasional yang Berpengalaman dalam Menerapkan Manajemen Resiko).

Waktu Pelaksanaan:

Hari/ Tanggal: 11 April 2022

Waktu: 13.30 s/d 15.30 WIB

Platform: Via Zoom Cloud Meeting

Biaya & Investasi:

• Bank Rp 350.000.-/Peserta

• BPRS Rp 250.000.-/ Peserta

• BMT Rp 200.000.- /Peserta

• Notaris Rp 200.000.-/ Peserta

• Dosen Rp 150.000.- /Peserta

Fasilitas:

– E-Sertifikat

– File Materi Training

CP & Pendaftaran:

Agung Wibowo : 085780917715

Admin 1: 087800660680 

Admin 2: 081934161717

Admin 3: 08111330305 

Admin 4: 081197008080   

instagram: infowebinar_iqtishadjkt

Email: admin@iqtishadconsulting.com,

iqtishad2017@gmail.com

Website: www.iqtishadconsulting.com

Note:

1. Bukti sah menjadi peserta setelah mengirimkan formulir pendaftaran dan Bukti Tf

2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom tersebut.  


Copyright © 2022 Iqtishad Consulting
Truly Partner for Sharia Innovative Product
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah
All Right Reserved
IQTISHAD CONSULTING