Banner Static

Webinar Eksekutif Qawaid Fiqh dalam Bidang Keuangan, Perbankan, dan Ekonomi Moneter ( Makro) & Mikro
Rincian Detail
Lokasi Zoom Cloud Meeting
Jadwal Kamis, 11 November 2021 - 14:00 s/d Kamis, 11 November 2021 - 16:00
Biaya -
Batas Peserta 1000 Orang
Peserta yang Registrasi Online 2

Digelar oleh Iqtishad Consulting Jakarta(Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Perbankan Syariah)================================================

Dasar Pemikiran :

Qawaid fikih menduduki posisi yang sangat penting dalam perumusan dan penetapan hukum Islam, termasuk dalam formulasi hukum ekonomi Islam, bisnis syariah, perbankan dan keuangan syariah ke dalam regulasi, fatwa, keputusan fikih praktis dan keputusan hakim di Pengadilan.

Qawaid fikih adalah salah satu khazanah kekayaan intelektual para ulama dalam bidang hukum Islam terutama dalam bidang muamalah. Para ulama empat mazhab telah banyak menyusun buku buku tentang qawaid fiqh sepanjang sejarah, sejak akhir abad ketiga hijriyah hingga abad pertengahan bahkan sampai saat ini.

Pengetahuan tentang qawaid fiqh sangat membantu para ulama dan ahli hukum Islam dalam menetapkan keputusan-keputusan hukum, fatwa dan qanun di bidang hukum Islam, baik muamalat, perdata, pidana, ibadat dan bidang-bidang lainnya. Ilmu qawaid fiqh juga akan membantu para hakim dalam memutus perkara-perkara ekonomi Syariah.

Selama ini dan selama 1000 tahun, kaedah-kaedah fikih yang ada, dominan berupa kaedah fikih mikro, langka sekali rumusan kaedah fikih tersebut merupakan kaedah makro ekonomi. Dalam konteks ekonomi Islam, qawaid fiqh muamalah maliyah akan memberikan pengetahuan tentang kaedah-kaedah dan teori ekonomi baik makro ekonomi mapun mikro ekonomi. Forum ini akan membahas dan memaparkan kaedah-kaedah fikih baru tentang ekonomi makro.

Qawaid fiqh akan memberikan pengetahuan tentang konsep dan kebijakan moneter secara syariah, finance, ekonomi pembangunan, juga tentang ajaran dan ketentuan ekonomi makro dan mikro lainnya. Dalam konteks hukum ekonomi Islam, pengetahuan tentang qawaid fiqh akan mewujudkan seorang ulama yang memiliki keluasan ilmu, kedalaman analisis dan wawasan, sehingga hasil ijtihadnya akan lebih mendekati kebenaran.

Dengan pengetahun qawaid fiqh seorang ulama akan lebih arif dan cerdas dalam menformulasikan dictum hukum Islam, menetapkan, dan menerapkan kasus-kasus dan issu-issu hukum ekonomi Islam yang senantiasa dinamis dan berkembang dengan cepat. Pengetahuan ilmu qawaid fiqh akan menciptakan seorang intelektual dan ulama lebih moderat dalam menyikapi dan meresponi masalah masalah social, ekonomi dan politik.

Pengetahuan tentang qawa’id fiqh, memudahkan para ilmuwan & ulama dalam memberikan solusi terhadap peristiwa dan masalah (fiqh nawazil) yang terus berkembang. Tentunya dengan berpegang kepada kemaslahatan, keadilan, kerahmatan dan hikmah yang terkandung dalam fikih muamalah yang dalam bahasa ilmiah disebut berada dalam koridor maqashid syarra.

Karena besarnya dan pentingnya peran ilmu qawaid fikih ini, seperti diuraikan di atas, maka tidak mengherankan apabila ada titik temu antara qawaid fikih dan _qawaid ushuliyah sebagaimana ditulis dalam sebuah disertasi komprehensif di Arab Saudi 1994, dengan judul _Al-Qawaid al-Musytarakah baina Qawaid Ushuliyah Wal Qawaid Fiqhiyyah.oleh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhayli.

Pengetahuan tentang qawaid fiqh adalah pengetahuan tentang asas-asas dan dasar-dasar umum hukum Islam yang sangat berguna dalam menetapkan hukum ekonomi Islam. Karena itu pengetahuan tentang qawa’id fikih akan dapat menghantarkan seorang pakar, ulama / ilmuwan, menemukan dan mencapai maqashid syariah (maksud-maksud) syariah.

Para ulama fikih mengatakan:

من راعى الأصول كان حقيقا بالوصول # ومن راعى القواعد كان حليقا بإدراك المقاصد

“Barang siapa memelihara ushul maka ia akan sampai pada maksud dan barang siapa memelihara qawaid maka ia selayaknya mengetahui”

Qawaid fikih dapat menjadi alat dan sarana untuk menemukan dan mengetahui maksud syariah, yang tidak lain adalah maqashid syariah itu sendiri.

Kemudian dalam kitab Faridhul Bahiyyah di sebuah nudzhum dikatakan :

نما تُضبط الفقه بالقواعد فحفظها من أعظم الفوائد

“Sesungguhnya semua masalah fiqih itu hanya dapat dikuasai dan diberikan solusinya dengan menggunakan kaidah-kaidah fiqhiyyah, maka menghafalkannya sangat besar faedahnya”

Selain itu, dengan menguasai qawaid fiqh seorang ulama/ intelektual akan bisa memberikan jalan keluar dari berbagai perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Seorang ilmuwan dan ulama yang mengetahui qawaid fiqh akan mengetahui rahasia-rahasia dan hakikat hukum ekonomi Islam.

Berdasarkan pentingnya ilmu qawa’id fiqh ini dalam ekonomi Islam, maka Iqtishad Consulting akan menggelar Webinar Qawa’id Fiqh dalam bidang ekonomi, keuangan dan perbankan syariah.

Materi Pembahasan : 

A. Muqaddimah Qawaid Fiqh

B. Kegunaan Qawa’id Fiqh dalam Ekonomi Syariah & Perbedaan Ushul Fiqh dan Qawaid Fiqh.

C. Lima Kaedah Asasiyah dan kaedah Majallah Al Ahkam Adliyah

D. Kaedah Fiqh pada Ekonomi (Makro, Moneter, Fiskal, dll)

  • Kaedah Fiqih 1 : Bergantungnya dan bersatunya sector moneter dan sectror real.
  • Kaedah Fiqih 2 : Permintaan uang untuk spekulasi dilarang, untuk transaksi dibolehkan, dan preceutionary dibolehkan.
  • Kaedah Fiqih 3 : Membahas riba tidak hanya dari sisi ilmu ekonomi makro.
  • Kaedah Fiqih 4 : Uang bukan sebagai komoditas. Uang adalah alat tukar dan pengukur nilai.
  • Kaedah Fiqih 5 : Pencetakan mata uang fiat harus memiliki backup/ underlaying  seperti emas dan perak.
  • Kaedah Fiqih 6 : Kuantitas uang beredar ditentukan oleh banyaknya permintaan uang disektor real.
  • Kaedah Fiqih 7 : Pemberantasan kemiskinan tidak dapat diwujudkan dengan zakat an sich, tetapi harus sejalan dengan pemberantasan riba.
  • Kaedah Fiqih 8 : Kurs mata uang pada dasarnya dan seharusnya stabil (mustaqim).
  • Kaedah Fiqih 9 : Economic Value of Time bukan Time Value of Money.
  • Kaedah Fiqih 10 : Kebijakan Fiskal dan Moneter harus bertujuan untuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendapatan.
  • Kaedah Fiqih 11 : Kebijakan Fiskal harus didasarkan pada maqashid syariah (maslahah) dan asas taysir dan takhfif (kemudahan dan keringanan) kepada rakyat.
  • Kaedah Fiqih 12 : Pertambahan uang dalam bisnis Islam hanya boleh dalam 3 aktivitas sector real, jual beli, usaha bagi hasil dan ijarah.
  • Kaedah Fiqih 13 : Uang adalah flow concept bukan stock concept.

E. Qawa’id fiqh dharurat pada kasus – kasus industri financial.

F. Qawaid Gharar pada Industri Financial.

G. Kaedah-Kaedah Fiqh pada Perbankan dan Keuangan Islam Kontemporer di luar kaedah Majallah Al Ahkam Adliyah:

  • Qawaid Fiqh tentang pengembangan LKS secara gradual.
  • Qawaid Fiqh tentang pengembangan LKS secara gradual.
  • Qawaid Fiqh sumber permodalan bank/LKS dari konvensional.
  • Qawaid Fiqh tentang akad formal vs maqashid.
  • Qawaid Fiqh tentang denda atas Keterlambatan cicilan.
  • Qawaid Fiqh tentang qardh.
  • Qawaid Fiqh tentang Istishna’.
  • Qawaid Fiqh tentang syirkah.
  • Qawaid Fiqh tentang mudharabah.
  • Qawaid Fiqh tentang rahn.
  • Qawaid Fiqh tentang Kafalah dan Hiwalah.
  • Qawaid Fiqh tentang Kafalah pada multi jasa.
  • Qawaid Fiqh tentang Illat.
  • Qawaid Fiqh tentang resiko, biaya dan keuntungan (hasil).
  • Qawaid Fiqh tentang kebebasan berkontrak (Ash-Shulhu Jaiz).
  • Qawaid Fiqh gharar yang sedikit dan yang banyak.
  • Qawaid Fiqh tentang Istishab.
  • Qawaid Fiqh tentang Hybrid Contract.
  • Qawaid Fiqh tentang penentuan besaran margin.
  • Qawaid Fiqh pada kasus-kasus actual keuangan syariah.
  • Qawaid Fiqh pada maslahah.

Profil Narasumber :Agustianto Mingka adalah Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Ketua Bidang DPP IAEI Pusat, Wakil Sekjen MES 2 Periode 2012-2018, Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dosen Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Dosen Pascasarjana IEF Trisakti , Dosen Pascasarjana Universitas Paramadina Pascasarjana IAIN, Pascasarjana Ekonomi Islam UI Az-Zahra, Wakil Sekjen MES Pusat, DPS di beberapa Lembaga Keuangan UUS BUMN dan Swasta Super Trainer Indonesia 800 Angkatan lebih.

Waktu Pelaksanaan :

Hari/ Tanggal: Kamis,11 November 2021

Waktu: 14.00-16.30 WIB

Platform: Via Zoom Cloud Meeting

Biaya/ Investasi :

  • – Regulator : Rp.475.000/ peserta
  • – Bankir : Rp.348.000/ peserta
  • – DPS : Rp.250.000/ peserta
  • – BPRS : Rp.178.000/ peserta
  • – BMT : Rp.150.000/ peserta
  • – Dosen Pascasarjana : Rp.200.000/ peserta
  • – Dosen Fak. Syariah dan FEBI: Rp.150.000/ peserta
  • – Hakim : Rp.200.000/ peserta
  • – Notaris : Rp.150.000/ peserta
  • – Mahasiswa S2 magister : Rp.100.000/ peserta

Benefit :

1. E-Sertifikat

2. Soft Copy Materi

3. Ilmu yang bermanfaat

Contact Person & Pendaftaran :

Agung Wibowo : 085780917715

Silahkan dishare ke Relasi Sekalianwww.iqtishadconsulting.com

Catatan:1. Bukti sah menjadi peserta setelah mengirimkan formulir pendaftaran dan Bukti Tf

2. Peserta yang belum pernah webinar dengan aplikasi zoom akan dipandu menggunakan zoom 

 

Copyright © 2021 Iqtishad Consulting
Truly Partner for Sharia Innovative Product
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah
All Right Reserved
IQTISHAD CONSULTING