Banner Static

Platinum Workshop  Aplikasi Maqashid Syariah pada Produk Perbankan Syariah  Khusus bagi Direktur Bank syariah, Komisaris dan Kepala UUS  23 - 24  November 2016 di  Bali
Rincian Detail
Lokasi Hotel Pulman Bali
Jadwal Rabu, 23 November 2016 - 8:00 s/d Kamis, 24 November 2016 - 16:00
Biaya Rp 3.500.000
Batas Peserta 20 Orang
Peserta yang Registrasi Online 1

Pendahuluan

Maqashid syariah menduduki posisi yang sangat penting dalam merumuskan ekonomi  syariah. Maqashid syariah tidak saja diperlukan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi makro (moneter, fiscal ; public finance),  tetapi juga untuk menciptakan produk-produk perbankan dan keuangan syariah. Maqashid syariah juga sangat diperlukan dalam membuat regulasi perbankan syariah yang  kondusif mendorong pengembangan perbankan syariah.

Tanpa maqashid syariah,  maka semua produk perbankan syariah dan regulasinya akan kehilangan substansi syariahnya. Tanpa maqashid syariah, maka peraturan yang dikembangkan  akan kaku dan statis, akibatnya lembaga perbankan dan keuangan syariah akan sulit dan lambat berkembang. Selama ini pendekatan kepada akad dan produk bank syariah masih banyak didominasi pendekatan fikih muamalah yang bercorak  formalistic dan tekstualis,  cendrung kaku dan sempit akibatnya pemahaman pegiat syariah sering terjerat kepada pola pemikiran yang harfiyah dan tekstualis. Untuk itulah pemahaman tentang maqashid syariah perlu dikembangkan dalam perbankan syariah.

Para ulama ushul fiqh sepakat bahwa pengetahuan maqashid syariah menjadi syarat utama dalam berijtihad untuk menjawab berbagai problematika kehidupan ekonomi dan keuangan yang terus berkembang.  Maqashid syariah tidak saja menjadi faktor yang paling menentukan dalam melahirkan produk-produk ekonomi syariah yang dapat berperan ganda (alat sosial kontrol dan rekayasa sosio-econonomy) untuk mewujudkan kemaslahatan manusia, tetapi juga lebih dari itu, maqashid syariah dapat memberikan dimensi filosofis dan rasional terhadap produk-produk hukum ekonomi Islam yang dilahirkan dalam aktivitas ijtihad ekonomi syariah kontemporer. Maqashid syaiah akan memberikan pola pemikiran yang rasional dan substansial dalam memandang akad-akad dan produk-produk perbankan syariah. Hanya dengan pendekatan maqashid syariah-lah produk perbankan dan keuangan syariah dapat berkembang dengan baik dan dapat meresponi kemajuan bisnis yang terus berubah dengan cepat.

Kajian  maqashid syariah dalam ilmu ushul fiqh, bukan hanya terbatas pada pemahaman mengenai tujuan-tujuan syariah dengan memelihara kemaslahatan lima pokok  kebutuhan dasar, (agama,jiwa,akal, keturunan dan harta), tetapi juga pengetahuan (pemahaman) mengenai landasan filosofis, alasan rasional, illat, rahasia tasyri’,  dan berbagai metode perumusan diktum-diktum syariah  lainnya. Oleh karena itu kajian dan pembahasan maqashid syariah dalam forum workshop ini banyak membahas teori qiyas, qiyas jaliy,qiyas khafiy, illat, masalikul’illat, istihsan, maslahah  mursalah, sadd al-zariah, ‘urf, istihsan dan istilah-istilah metodologis yang terkait dengan maqashid syariah, seperti takhrijul manath, tanqihul manath, tahqiqul manath, yang disertai dengan kaedah-kaedah ushul fiqh mengenai maqashid syariah. Konsep-konsep maqashid syariah itulah yang akan diterapkan pada ekonomi, keuangan, dan perbankan syariah. Misalnya maqashid syariah dari anuitas, hedging,  pembiayaan KPR indent, trade finance dan akad-akad hybrid, pembiayaan  murabahah, denda pada debitur yang menunda pembayaran, kartu kredit syariah, gharar qalil, bagi hasil (revenue sharing, net revenue sharing dan Profit sharing), Profit Equalization Reserve (PER), dsb.  

Upaya ijtihad terhadap kompleksitas ekonomi dan keuangan syariah masa kini yang terus berubah, memerlukan analisis berdimensi filosofis dan rasional dan subtantif yang terkandung dalam konsep maqashid syariah. Berdasarkan urgensi maqashid syariah yang demikian besar, maka Iqtishad Consulting bermaksud menggelar Workshop Eksekutif Aplikasi Maqashid Syariah pada Ekonomi, Keuangan, Produk Perbankan, dan Regulasi Perbankan dan Keuangan Syariah

Pemahaman maqashid syariah  akan membuat perbankan syariah lebih inovatif  dalam mengembangkan produk. Karena itulah, pengetahuan tentang maqashid al-syariah ini menjadi syarat yang sangat penting dalam melakukan ijtihad ekonomi syariah kontemporer. Untuk memahami semua itu maka direktur bank syariah, komisaris, DPS dan konsultan syariah, bahkan hakim dan  notaries  perlu mengikuti Workshop Eksekutif ini.

Sasaran :

1.     Direktur Bank-bank Umum syariah

5.      Komisaris Bank-bank syariah

8.       Direktur Bank Pembangunan  Daerah yang membawahi Unit  Syariah

9.       Pimpinan /Kepala Divisi Unit Usaha Syariah Perbankan syariah

Materi :

1.    Metodologi syariah untuk pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah

2.    Urgensi maqashid syariah dalam inovasi produk perbankan dan keuangan syariah

3.    Sejarah penerapan maqashid syariah pada masa Nabi, Sahabat dan masa Imam-Imam  mazhab dan Maknanya Untuk Pengembangan Produk Bank Syariah

4.    Konsep maqashid syariah menurut ulama

5.    Asas-asas Pengembangan Produk Perbankan dan Keuangan Syariah

6.    Metodologi Tajdid (Pembaharuan) Fikih Muamalah Untuk Inovasi Produk Bank Syariah

7.    Reaktualisasi dan Kontekstualisasi Fikih Muamalah yang Ke-Indonesiaan

8.    Aplikasi maqhasid syariah pada inovasi produk perbankan syariah

        a. Pembiayaan MDC                  f.    Agunan

        b. Murabahah Bertingkat           g.   Anuitas

        c. Pembiayaan Multiguna      h.   Revenue Sharing (Net Revenue Sharing)

        d. KTA Syariah                          i.    Produk Emas

        e. Hedging

9.  Metode – metode maqashid syariah dan aplikasinya pada produk perbankan syariah (regulasi produk)

        A. Peranan qiyas dalam pengembangan produk syariah.

        B. Penerapan istihsan dalam  penciptaan produk perbankan syariah

  Kasus-kasus Istihsan :

§   Praktek istihsan untuk Beyond Banking  ijarah maushufah biz zimmah.(IMFZ)

§   Profit Equalization Reserve (PER) pada system bagi hasil di bank syariah

§   Penerbitan SBSN oleh pemerintah dan tradable dengan skim sukuk istishna’

§   Forward valas untuk tujuan hedging yang berlandaskan underlying asset  bagi  importer

§   Islamic hedging (mengatasi risk akibat fluktuasi kurs mata uang)

§   Penjualan saham yang belum qabath hissi.

§   Penjualan valas secara ma’dum, tetapi dalam masa 2x24 jam (qabat hukmi)

§   SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR  80 persen lebih

§   Penentuan saldo minimun giro wadiah di bank syariah

§   Kriteria saham syariah Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus);

§   SBI Syariah Ju’alah, hanya dibenarkan bagi bank syariah yang memiliki FDR 80 persen

 C. Peranan maslahah dalam  penciptaan, pengembangan dan inovasi  produk perbankan  syariah

  Penerapan maslahah pada kasus ekonomi dan keuangan Islam

§  Penerapan collateral pada financing di bank syariah

§  Penerapan net revenue sharing pada bagi hasil

§  Larangan spekulasi valas karena maslahah ‘ammah

§  Islamic Hedging (Swap, Forward, option)

§  Refinancing Syariah

D. Peranan istishab, dalam  penciptaan inovasi produk perbankan syariah

1.      Konsep Istishab dalam Ushul Fiqh

2.      Penerapan istishab pada Kasus-kasus keuangan syariah

§    Giro Mudharabah bil wa’diah di perbankan syariah

§    Hybrid Contract Keuangan dan perbankan

§    Sewa Beli (Bay’ at-Takjiriy)

§    Mudharabah Muntahiyah bit Tamlik (mudharabah menurun)

§    Menggabungkan Hiwalah dan Syirkah untuk factoring

§    Mudharabah musytarakah

§    Bay ‘ wafa dan syirkah milk / IMBT

§    Musyarakah Mutanaqishah, syirkah tadhamun,dll

§    Multi Nisbah pada bagi hasil

E. Peranan ‘urf, dalam  penciptaan  produk perbankan syariah

1.    Kasus-kasus ‘Urf kontemporer:

§    Mata uang kertas

§    Taqabuth dalam transaksi valas

§    Urf dalam jual beli muzayadah, dan ‘urbun (uang muka).

§    Sewa Beli di perusahaan leasing syariah

§    Konsinyasi dan waralaba (franchising)

F. Peranan sadd zariah dalam  penciptaan produk perbankan syariah

1.      Konsep Sadd Zariah dan Fath al-Zari’ah

2.      Kasus-kasus tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah kontemporer:

§    Larangan Riba Fadhal pada transaksi valas

§    Larangan Jual beli al-’inah

§    Larangan tawarruq munazzam tertentu

§    Keniscayaan Manajemen Resiko dalam praktek perbankan

9. Kaedah - kaedah  ushul fikih tentang maqashid syariah dalam keuangan Islam

10. Kaedah- kaedah fikih keuangan yang berwawasan maqashid syariah

Pembicara:

Agustianto Mingka adalah Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wakil Sekjen MES Pusat, Anggota Pleno DSN MUI, Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, Dosen Program Doktor Islamic Economics and Finance Univ. Trisakti, Dosen Pascasarjana Univ.  Paramadina, Dosen Pascasarjana MAKSI UNPAD Bandung, Dosen Program S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra. DPS di beberapa lembaga keuangan syariah seperti Indonesia Eximbank (LPEI), Asuransi Jasa Raharja Putra, SMS Finance dll. Pendidikan S1, S2 IAIN SU, Sedang S3 Program Doktor Ekonomi Islam UIN dan Trisakti.

WAKTU DAN TEMPAT

Hari / Tanggal    :  23 - 24  November 2016 

Waktu                : 09.00 – 16.00 WITA

Tempat              : Hotel Pullman, Pantai Kute, Bali.

BIAYA/INVESTASI

Biaya Rp 3.500.000 / peserta. (Tidak termasuk penginapan)

FASILITAS

1.Buku Maqashid Syariah, Gratis,

2.Buku Reaktualisasi dan Kontekstualisasi Fikih Muamalah Ke-Indonesiaan

3.Modul, Makan , Ruang Kelas ber-AC, Wi-fi,Sertifikat,

4,Materi dalam bentuk CD

CP dan Pendaftaran

Joko W : 082110206289, 085716962518  (jokosyariah@gmail.com)

Pin BB: 28540A5D

Email: admin@iqtishadconsulting.com,  

Website :www.iqtishadconsulting.com

 


Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah
Iqtishad Consulting - Truly Partner for Sharia Innovative Product
Copyright © 2026 All Right Reserved
Jasa Buat Web