Banner Static

Minggu, 10 April 2016 - 13:43


PEMBIAYAAN SINDIKASI SYARIAH UNTUK KORPORASI

 

PEMBIAYAAN SINDIKASI SYARIAH UNTUK KORPORASI

Oleh : Agustianto

Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)

 

Banyak strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan asset perbankan syariah. Salah satunya adalah mengembangkan pembiayaan ke sector korporasi. Pembiayaan ke korporasi yang relatif besar  memang akan memberikan peluang keuntungan yang besar, namun di sisi lain juga mengandung risiko yang besar (high risk high return), maka salah satu strategi yang bisa dilakukan perbankan syariah agar lebih aman memasuki sektor korporasi tersebut adalah dengan menerapkan pembiayaan sindikasi (sindication financing), yakni pembiayaaan yang diberikan kepada satu mudharib atau debitor oleh bank-bank yang tergabung dalam satu kerjasama atau konsorsium (musyarakah). Sindikasi ini dapat dilakukan sesame bank syariah dan juga bersama bank konvensional sebagaimana yang sudah difatwakan Dewan Syariah Nasional MUI dan AAOIFI. Beberapa waktu lalu bank konvensional pernah mengajak bank syariah untuk ikut dalam sebuah pembiayaan sindikasi di mana leadernya adalah konvensional, Hal ini bisa dilakukan sepanjang tidak melanggar prinsip syariah dengan pemisahan dan pembatasan aspek tertentu.

Bagi bank-bank syariah, pembiayaan sindikasi tidak sekedar berperan meningkatkan aset perbankan syariah, menjaga likuiditas tapi juga sebagai bentuk kontribusi langsung perbankan syariah dalam pembangunan nasional. Dengan mengembangkan pembiayaan sindikasi inilah bank-bank syariah bisa berperan membiayai proyek-proyek infrastuktur dan  korporasi berskala besar.

Pembiayaan sindikasi memang menjadi tren di kalangan perbankan ketika membiayai proyek korporasi yang besar. Berhubung proyek korporasi berjumlah besar dan mengandung risiko yang besar, maka bentuk pembiayaan sindikasi-lah yang tepat untuk diterapkan, sehingga bank-bank syariah bisa  sharing dana dan sharing risiko.

 

Pengertian

Pembiayaan Sindikasi  ”syndicated financing ” ialah pembiayaan  yang diberikan oleh beberapa kreditur sindikasi (atau shahibul mal), yang biasanya terdiri dari bank-bank dan/atau lembaga-lembaga keuangan lainnya kepada  debitur (atau mudharib), yang biasanya berbentuk badan hukum; untuk membiayai satu atau beberapa proyek  usaha (pembangunan gedung atau pabrik) milik debitur.

Stanley Hurn  mendifinisikan, kredit sindikasi adalah kredit yang diberikan oleh dua atau lebih lembaga keuangan dengan syarat/ketentuan yang sama bagi para peserta sindikasi, menggunakan dokumentasi yang sama, dan diadministrasikan oleh Agen yang sama pula (Stanley Hurn, 1990).

Menurut Kamus yang dimuat dalam situs resmi Bank Indonesia (bi.go.id), disebutkan bahwa kredit sindikasi adalah: “Pemberian kredit oleh sekelompok bank kepada satu debitur, yang jumlah kreditnya terlalu besar apabila diberikan oleh satu bank saja (loan syndication)”

Pembiayaan sindikasi  tersebut diberikan secara sinergis (syirkah) sesama bank syariah, karena jumlah pembiayaan  yang dibutuhkan untuk membiayai  proyek  korporasi tersebut sangat besar, sehingga sulit atau tidak mungkin dibiayai oleh kreditur tunggal. Hal ini sesuai dengan definisi di atas, bahwa dalam pemberian pembiayaan sindikasi, jumlah pembiayaannya terlalu besar apabila diberikan oleh satu bank saja.

Lima belas (15)  Manfaat Sindikasi

Bank-bank syariah harus mengembangkan strategi sindikasi ini agar bisa masuk ke sektor usaha korporasi yang establish, karena pembiayaan sindikasi ini sangat menguntungkan.

Pertama, sindikasi merupakan bagian penting dari upaya pengembangan produk-produk pembiayaan perbankan syariah. Bank-bank syariah yang selama ini belum banyak mengembangkan produk sindikasi  perlu melakukan diversifikasi produknya ke pembiayaan sindikasi. Dalam meresponi perkembangan bisnis corporate yang sedang tumbuh dan menangkap peluang pembiayaan infrastruktur, bank-bank syariah seharusnya mengembangkan pembiayaan sindikasi. Hal ini disebabkan karena kebutuhan dana pembiayaan korporasi dan infrastruktur  sangat besar.

Kedua, mengatasi ketentuan Legal Lending Limit atau Batas Maksimal Pemberian Kredit (BMPK). Modal bank-bank syariah yang relative kecil, membatasi besarnya kucuran pembiayaan—meskipun bank syariah memiliki BMPK sebesar 30 persen. Dengan pembiayaan  sindikasi, kapasitas penawaran pembiayaan perbankan syariah bisa lebih besar.

Ketiga, sindikasi merupakan upaya akselerasi pertumbuhan asset dan  laba perbankan syariah. Sindikasi akan mendorong perbankan syariah meningkatkan pembiayaan dengan nominal besar yang pada gilirannya akan menghasilkan profit yang besar (profit motives). Jadi, makin besar pembiayaan makin besar pula aset bank syariah. Dan  dari pembiayaan sindikasi ini diharapkan perbankan syariah dapat meraih laba yang besar.

Keempat, meningkatkan sinergi dan kerjasama kemitraan di antara bank-bank syariah. Sindikasi akan meningkatkan kerjasama bank-bank syariah untuk secara bersama-sama mengembangkan industri perbankan syariah. Bank-bank syariah bisa menggunakan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) untuk mengembangkan pembiayaan sindikasi atau membentuk semacam forum sindikasi syariah. Dalam menerapkan pembiayaan sindikasi syariah ini, kalangan bank syariah bisa mencontoh beberapa kredit pembiayaan, seperti  sindikasi mega proyek pembangunan jalan tol Cikampek – Palimanan yang melibatkan 10 bank (kreditur)  dalam sebuah sindikasi yang membutuhkan dana Rp 7 triliun.

Demikian pula sindikasi pembangunan ruas jalan tol Semarang Solo yang membutuhkan dana total Rp 4,7 triliun. Sindikasi yang dipimpin oleh Bank Mandiri ini melibatkan Bank BNI, BRI dan Bank Jateng.

Bisa juga meniru  sindikasi yang dilakukan 23 BPD yang tergabung dalam Asosiasi Bank Daerah (Asbanda)  dimana ke-23 Bank BPD itu beberapa waktu yang lalu melakukan sindikasi untuk pembiayaan proyek pembangkit listrik PLN senilai Rp 4,73 triliun. Demikian pula Sindikasi Bank-bank BPD se-Indoneia  untuk  permodalan Pegadaian dalam ekspansi.

Kelima , meningkatkan Fee Based Income (pendapatan yang berasal dari ujrah / fee), seperti arranger fee,  praecipium fee,  participation fee, underwriting fee, commitment fee, agency fee, dll. Banyak-nya jenis fee (ujrah) dalam pembiayaan sindikasi, akan secara signifikan meningkatkan FBI bagi bank-bank syariah.

Keenam, Agar bank-bank syariah dikenal luas di pasar sindikasi, Bagi sebagian bank syariah adalah  sulit untuk masuk ke dalam suatu pembiayaan  sindikasi terutama apabila tidak mempunyai pengalaman sindikasi ditambah kondisi dana perbankan syariah yang masih terbatas. Poin ini semakin penting ketika bank-bank syariah diajak oleh bank konvensional untuk bersindikasi. Dengan bergabungnya  bank syariah kepada sebuah sindikasi dengan bank konvensional, maka  bank-bank syariah akan semakin dikenal di pasar sindikasi.

Ketujuh, mendiversifikasi portfolio pembiayaan. Umumnya pembiayaan bank syariah ditujukan untuk sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Data Bank Indonesia selalu menunjukkan bahwa lebih dari 70 % pembiayaan bank syariah, disalurkan ke sektor UKM. Sindikasi bisa menjadi keran alternatif yang mengalirkan pembiayaan bank syariah ke sektor korporasi. Sehingga dana masyarakat yang ditempatkan di bank syariah, tidak melulu untuk usaha individu yang mikro dan kecil, tetapi juga  diinvestasikan ke usaha skala besar, sektor produktif yang menguntungkan.

Kedelapan, meminimalisasi risiko pembiayaan. Analisis pembiayaan sindikasi  (financing analyst) dilakukan lebih matang dan komprensif dan dilakukan secara berjamaah (kolektif). Sehingga manajemen risiko bisa terkelola dengan baik. Risiko juga akan ditanggung bersama dan terdistribusi (risk sharing) sesuai porsi masing-masing bank syariah.

Kesembilan Menjaga likuiditas bank syariah. Apabila bank syariah kelebihan likuiditas, seperti menerima setoran dana haji dalam jumlah besar, misalkan 20 triliun, maka untuk mengatasi kelebihan likuiditas, pembiayaan sindikasi adalah sebuah solusi alternatifnya. Dana besar yang masuk ke bank syariah dengan cepat dapat diserap oleh perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan pembiayaan sindikasi.

Kesepuluh, pembiayaan sindikasi dapat menjadi sarana promosi bagi bank-bank syariah. Pembiayaan sindikasi syariah yang relative besar, biasanya akan dipublikasikan oleh media massa. Sehingga menjadi sarana promosi gratis bagi bank-bank syariah. Sudah menjadi kelaziman dalam pembiayaan sindikasi apapun, baik konvensional maupun syariah,selalu diliput media, seperti kredit sindikasi pembangunan jalan tol Semarang Solo bernilai Rp 4,7 triliun.

Kesebelas, pembiayaan sindikasi dapat menarik dana investasi asing. Sindikasi bisa melibatkan bank-bank mancanegara. Terutama bank-bank dari Timur Tengah. Mereka biasanya tertarik pada sektor-sektor infrastruktur dan energi. Contohnya pada Desember 2004, HSBC Syariah, bersama Dubai Islamic Bank, Kuwait Finance House, dan DEPFA, menghimpun sindikasi global syariah senilai 292 juta dolar AS untuk pembiayaan impor minyak mentah Pertamina (Tony Hidayat).

Keduabelas,  Sebagai learning process bagi participating sharia  bank. Masih banyak  bank syariah yang tidak mempunyai pengalaman dalam pembiayaan sindikasi. Dengan menjadi salah satu peserta sindikasi, maka bank tersebut dapat mempelajari mengenai pembiayaan  sindikasi. Dengan demikan, pembiayaan sindikasi syariah merupakan sarana pembelajaran bagi bank syariah yang baru tumbuh. Bank-bank syariah rata-rata berumur muda yang lahir di awal 2000-an. Umumnya  pembiayaan bank syariah dikucurkan ke sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Lewat sindikasi, perbankan syariah bisa menimba pengalaman pembiayaan skala besar. Agar kedepannya lebih professional, berkompeten dan matang dalam  membiayai sektor korporasi.

Ketigabelas, Sebagai bentuk konstribusi  perbankan syariah pada pembangunan nasional. Konstribusi bank syariah dalam konteks ini terlihat pada pembiayaan proyek-proyek infrastruktur baik  milik pemerintah maupun swasta, seperti pembangunan jalan tol, Bandara atau Pelabuhan, PLN, PLTU, dsb. Pembiayaan  sindikasi ini lebih secure karena dijamin oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Keempatbelas, Memupuk hubungan kerjasama dengan suatu grup usaha. Sindikasi akan meningkatkan partnership dengan debitor atau grup usaha debitor. Jika bank-bank syariah melakukan sindikasi maka mereka akan lebih dikenal dan lebih dekat , kepada nasabah debitor atau grup usaha debitor, baik swasta maupun badan usaha milik pemerintah. Sehingga dikemudian hari bisa bermitra lagi dengan mereka.

Kelimabelas,  Industri perbankan dapat memiliki motivasi agar dikemudian hari dapat memperoleh kesempatan memberikan jasa-jasa yang lebih menguntungkan kepada debitur sindikasi yang bersangkutan, seperti misalnya treasury management, corporate finance, atau advisory work.

Manfaat Sindikasi bagi Nasabah Debitur  dan Mudharib

1. Memungkinkan mudharib atau debitur untuk memperoleh pembiayaan yang berjumlah besar tanpa harus menghubungi atau berhubungan dengan banyak bank. Debitur cukup berhubungan dengan satu bank saja yang akan bertindak sebagai arranger.

2. Dalam negoisasi syarat syarat dan ketentuan Pembiayaan  Sindikasi, debitur hanya berhubungan dengan 1 bank yang bertindak sebagai arranger, dibandingkan apabila debitur harus berhubungan dengan banyak bank (shahibul mal) untuk menegoisasikan syarat dan ketentuan untuk mendapatkan kredit yang jumlahnya sebesar pembiayaan  Sindikasi yang diperoleh.

3. Proses pemberian Pembiayaan  Sindikasi lebih cepat dibandingkan apabila debitur memperoleh pembiayaan dengan cara penerbitan obligasi (bonds) atau menjual saham dipasar modal.

4. Pembiayaan  Sindikasi merupakan jalan keluar bagi mudharib dan debitur yang permohonan kreditnya dianggap telah melampaui ketentuan BMPK atau obligor limit suatu bank.

5. Dengan Pembiayaan Sindikasi, mudharib/debitur tidak dituntut untuk melakukan pengungkapan (disclosure) mengenai hal-hal yang menyangkut perusahaannya, sebagaimana apabila debitur melakukan penerbitan obligasi atau saham.

6. Melalui Pembiayaan Sindikasi, mudharib debitur dapat mulai memupuk track record dan reputasi dengan banyak bank melalui pengaturan oleh banknya sendiri yang bertindak sebagai arranger.

7. Kredit Pembiayaan memungkinkan mudharib/debitur memiliki kesempatan untuk memperoleh kredit dari bank yang berkedudukan di luar negeri.

 

Penutup

Sebagai kesimpulan (penutup), perlu digaris bawahi, bahwa pembiayaan sindikasi syariah mengandung banyak manfaat, utamanya menjadi salah satu strategi perbankan syariah untuk  mendongkrak aset industri perbankan syariah secara relatif aman. Dengan pembiayaan sindikasi, perbankan syariah dapat masuk ke dalam sektor korporasi maupun proyek infrastruktur pemerintah. Hasil dari pembiayaan sindikasi ke korporasi akan dinikmati  terutama oleh masyarakat pemilik dana dalam bentuk bagi hasil.

Demikian sekilas uraian mengenai manfaat pembiayan sindikasi syariah yang dapat kami paparkan dengan merujuk kepada berbagai sumber, seperty Tony Hidayat, dll. Untuk memahami teknisnya secara detail, dapat mengikuti Training Manajemen Pembiayaan Sindikasi Syariah yang kami gelar di Jakarta, 20-21 April 2016 Info Lengkap lihat www.iqtishadconsulting.com dan www.agustiantocentre.com.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Copyright © 2017 Iqtishad Consulting
Truly Partner for Sharia Innovative Product
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perbankan dan Keuangan Syariah
All Right Reserved
IQTISHAD CONSULTING